Showing posts with label Beauty. Show all posts
Showing posts with label Beauty. Show all posts

Tuesday, 16 November 2021

Review PRP dan Derma Punch di NMW Skin Care Depok

 *Review ini akan di-update secara berkala mengingat aku masih menjalani rangkaian treatment.

Tulisan terdahulu ku tentang review NMW ada di sini ya :

Review NMW

Selama empat tahun belakang ini, aku berhenti perawatan baik treatment ataupun krim NMW. Setelah berhenti nggak ada efek sampingnya kok, alasan berhenti karena aku pindah pulau jadi milih rangkaian skin care yang lebih mudah didapatnya.

Nah empat tahun ini juga aku hamil dan menyusui dua anak. Perubahan hormon, pola tidur, dan nggak telaten skin care an bikin muka nggak banget. Sempet kena cacar air semuka-muka kena, ditambah kalo ada jerawat suka dipecahin jadi makin banyak bopeng di muka.

Mumpung lagi di Jakarta, aku ke NMW. Banyak banget perubahan, layout kliniknya juga udah lebih modern.


Sebelum datang, aku sempet konsultasi online by WA (lagi pandemi) dan diresepkan beberapa krim yang udah aku pake selama tiga bulan sebelum datang langsung ke klinik. Pas hari H, aku nelfon dulu ke kliniknya, nanya rame atau nggak karena aku bawa anak-anak (nunggu di mobil), ternyata katanya nggak rame. Okelah langsung meluncur.

Sampai di NMW, registrasi keanggotaan online (dibantu CS), lumayan lama ini, kayaknya 20 menit. Habis itu deposit uang 100rb ke kasir, uang ini nantinya bisa dipake untuk bayar treatment atau krimnya. Setelah deposit, balik lagi ke CS, buat daftar konsul.

Setelah terdaftar, langsung dipanggil untuk konsultasi ke dr. Hanny.  As I predicted, aku direkomendasiin PRP++. Pas aku ke sana lagi ada promo bundling PRP, punch, dan sinar xxx (lupa) jadi 700rb aja + 50rb (biaya konsultasi). Aku pun nyoba ini.

Oh iya dokter bilang, untuk bopeng di muka ku ini, bisa banget bopengnya hilang tapi harus PRP sebulan sekali, kalo hanya 1x efeknya kurang maksimal. So, as I`ve said before, review ini akan terus di-update.

Setelah setuju dengan rangkaian treatment nya, langsung deh bayar di kasir. Aku ambil beberapa krim juga, totalnya 900rb an. Habis itu diarahin ke lantai dua. Nggak antri dan sepi (waktu itu jam 11 pagi di hari kerja).

So, what is PRP?

PRP (Platelet Rich Plasma) merupakan plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit. Trombosit atau keping darah mengandung ratusan protein yang disebut faktor pertumbuhan. aktor inilah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah dan penyembuhan luka. Dalam metode pengobatan PRP, kandungan trombosit akan ditambahkan ke dalam plasma darah hingga mencapai 5–10 kali lipat dari konsentrasi normal. Dengan menambahkan konsentrasi trombosit lebih dari biasanya, diharapkan proses penyembuhan akan lebih cepat.

Tahapan yang dilakukan :

1. Pengolesan krim anastesi di seluruh wajah

Rasanya dingin dan beberapa ment kemudian, muka agak kebas.

2. Pengambilan sample darah

Sampel darah yang diambil kurang lebih 40 cc.

3. Pengolahan darah pasien jadi PRP (30 menit)

4. Penyuntikan PRP ke wajah

PRP yang didapat sekitar 3 cc. Proses penyuntikan dimulai dari bagian yang dinilai paling parah, kalo aku di pipi kanan lanjut ke pipi kiri dan dagu (cuma 1 titik). Jidat nggak kebagian karena PRP nya udah habis, saking banyaknya bopengan di pipi. Rasanya gimana? Whoa the pain was 9 of 10! Didn`t expect this! Kalo nggak worth it, serius nggak bakalan mau balik lagi. Proses penyuntikan ini cuma 10 menit.

5. Punch

Guys kayaknya aku salah si ambil treatment bundle ini karena PRP sakit eh dermal punch juga sakit, jadilah kayak babak belur gitu muka aku.  Alat yang dipake dokter kayak gini, bisa disesuaikan juga rasa sakitnya. Aku ambil yang paling minimal karena dirasa mampunya segitu.


Punch dilakuin di semua muka. Tujuan punch ini emang untuk melukai kulit wajah sehingga kulit kita terstimulasi untuk regenerasi. Sakit nggak? Sakit meskipun udah dianastesi. Sakitan mana sama PRP? Sakit PRP. Waktu total untuk derma punch ini juga 10 menit.

6. Penyinaran wajah

Pindah ruangan, mata ditutup selama penyinaran sambil mendengarkan musik. Lumayan rileks dan nggak sakit sama sekali. Waktu total 15 menit.

Setelah rangkaian treatment selesai, aku diresepkan krim anti peradangan gratis dan dioleskan 5x sehari.

Ini muka aku right after the treatment, kalo aslinya merah banget dan rasanya perih sekali, untung nggak pingsan.

Bisa keliatan ya dari fotonya pori-pori muka jadi terbuka gini.

PRP ini ada down period nya ya, di aku sampe 7 hari which is terhitung lamaaa.

Setelah treatment, sempet dioles krim antiradang dan ini nggak boleh kena air selama dua jam. Disarankan cuci mukanya pakai air matang atau air mineral.

Setelah dua jam, kebetulan aku wudhu pake air biasa, rasanya perih banget, langsung oles krim atiradang dan muka merah semua.

Selama down period hanya boleh pake moisturizer, sunscreen, dan krim antiradang ini.

Malamnya.... subhanallah makin perih, serasa ada jarum di seluruh wajah. Hari kedua dan ketiga masih perih dan merah tapi lama-lama berkurang. Di hari ke-2 sampai ke-4, pipi masih merah dan bengkak.

Hari ke-8, baru noticed muka ada perubahan. Kulit yang bopeng-bopeng itu sedikit terangkat, flek hitam bekas dosa-dosa di muka juga memudar bangettt, apalagi di bagian yang memang disuntikkin PRPnya (Yesss aku inget spot nya because I cant forget the pain haha).

PRP ini bener-bener definisi beauty is pain. Sakit tapi bakal nagih. Aku tuh pengen banget punya kulit yang mengarah ke glass skin lah, nah setelah PRP ini I think that`s feasible.

Ini dia perubahan muka ku, no filter ya guys.


Perubahan kulit wajah setelah PRP ini :

  1. Kulit lebih halus
  2. Pori-pori mengecil
  3. Wajah lebih cerah dan flek hitam memudar
  4. Bopeng kecil terangkat sedangkan yang besar, sedikit terangkat. Jaringan ikat di bawah kulit berhasil regenerasi meskipun belum 100% karena ini baru treatment pertama.

Secara keseluruhan dari review ini,

Pros :

  1. Hasilnya sangat worth it
  2. Treatment ini pakai darah kita sendiri jadi aman banget, bahkan banyakloh yang jual plasma darahnya ke produsen perawatan wajah karena emang terbukti khasiatnya. Yuk manfaatin plasma darah kita sendiri.
  3. Harga yang relatif murah, aku udah bandingin sama klinik lain. Untuk prp 2 cc aja di Z*P kisaran 1jt, di E*HA hampir 2jt sedangkan di NMW ini 1jt kurang udah sama punch dan krim lain.

Cons :

  1. Sakitnya nggak banget. Pain tolerance ku lumayan tinggi loh tapi PRP ini udah anastesi, masih sakit banget.
  2. Down time lamaaa. Nggak kebayang kalo harus keluar rumah dengan kondisi muka bengkak. Jadi harus spare time waktu untuk istirahat.
  3. Total waktu administrasinya lama karena sampe 1 jam T_T.

Wednesday, 25 July 2018

How to Avoid Strechmark during Pregnancy Based on My Experience

Well, kehamilan emang membawa banyak perubahan di tubuh kita. Salah satunya dari sisi kulit ini. Beberapa masalah kulit sering terjadi pas hamil dan diantaranya dipengaruhi oley faktor genetis. Misalnya untuk masalah strechmark, coba deh tanya riwayat kehamilan keluarga misalnya kakak / ibu apakah selama hamil bermunculan strechmark. Jika iya, chance ibu untuk mengalami strechmarks selama hamil pun meningkat.

Untuk keluhan lainnya, misalnya kulit gatal-gatal. Well it happened to many pregnant women. I tried to ask my older sister about itchy skin during pregnancy and YESS she had it. Satu dari tiga kakak aku mengalami permasalahan kulit yang cukup parah sampai bekasnya 9 tahun pun belum hilang. Ini bisa terjadi karena perpaduan darah ibu golongan O+ dan darah ayah yang juga golongan O+. Pernah denger gak kalau anak hasil perpaduan O dengan O cenderung memiliki kulit yang sensitif? Ternyata memang ada penelitian ilmiahnya, silahkan dicari sendiri ya.

Beruntung suami aku golongan darahnya B, pas hamil justru kulit aku jadi less sensitive. Tapi perlindungan maksimum tetap aku lakuin. Pas kehamilan usia 9 weeks, aku mendapati kulitku gatal sedikit, whoa!!! Hal pertama yang aku lakuin adalah mengecek seluruh produk yang aku gunain buat kulit, yaitu sabun mandi, lotion, dan body scrub.

Untuk sabun mandi dan lotion aku pakai sabun dan lotion susu kambing merk Le*vy, begitu ngecek sabunnya, aku kesulitan mencari logo BPOM dan akt melihat komponist paraben di situ L, akhirnya good bye sabun Le*vy. Lotion nya ada logo BPOM nya tapi aku stop pakai karena jadi ragu. Kemudian untuk body scrub udah perfectly aman sih karena pakai Body Scrub Almond nya The Body Shop.

Oh iya, selama hamil emang jauh kulit kita cenderung lebih kering. Jadi usaha lebih sangat diperlukan karena kulit kering bisa memperparah gatalnya kulit pas hamil (yang disebabkan perubahan hormon dan peregangan kulit) dan meningkatkan kemungkinan timbul strechmarks.

Buat aku sendiri, kelembaban kulit berbeda di tiap trimesternya dan trimester 2 jadi masa-masa dengan kulit terkering.

Berikut merupakan hal-hal yang bisa mempengaruhi kelembaban kulit berdasarkan pengalamanku :
1.   Cairan Tubuh
Semakin terhidrasinya tubuh maka kulit semakin lembab. Jadi, usahakan minum minimal 2 liter per hari ya. Waktu trimester 1, aku maksimal cuma bisa minum 2 liter, keseringan 1.5 liter tapi kulit belum terlalu kering, mungkin karena belum terlalu meregang. Pas trimester 2, alhamdulillah bisa 2 liter per hari tapi kulit tetap kering. Pas trimester 3, bisa 3 liter per hari karena haus terus ya dan alhamdulillah kulit pun lebih lembab dari kedua trimester lainnya. Selain itu minum air putih yang cukup juga banyaaaak banget manfaatnya, contoh buat mencegah konstipasi dan edema khususnya di trimester 3.
2.   Asupan nutrisi
Semakin banyak sayur dan buah yang kita makan, semakin lembab kulit kita. Yang aku perhatiin sih kalo aku banyak asupan vitamin C itu kulit berasa sangat enakan, muka pun jadi glowing (ada pengaruh juga dari aliran darah yang meningkat). Usahakan banyak makan sayur dan buah ya bumils J.
3.   Hormon
Well this is not my expertise so I can`t describe much haha. Ku cuma merasa di trimester 2 itu pertama kalinya perut meregang banget jadi mungkin penyebab lembabnya berkurang sekali. Pas trimester 3 sepertinya tubuh sudah sangat beradaptasi dengan perubahan yang ada jadi meskipun perutnya jauh lebih besar lagi, tapi nggak terlalu kering.
4.   Penggunaan AC
Haduh nggak usah hamil, pas lagi nggak hamil aja ini ngaruh banget kan?
Aku sih sekarang kalau bisa maksimal malam aja pakai AC nya, syukur kalau tengah malam bisa aku matiin tapi biasanya sih AC nyala sampai Subuh tapi masih lebih mending kok disbanding 24 jam pakai AC nya. Oh iya, jangan lupa pakai `amunisi` ya sebelum tidur hehe.
5.   Olahraga
Naaah sejak usia kehamilan 20 week ke atas, aku udah rutin berolahraga kayak renang, power walk, sama yoga. Yoga baru rutin pas di Jakarta lagi, usia kandungan 28 weeks. Katanya beberapa gerakan yoga bisa meningkatkan elastisitas kulit loh. Nah ini perlu banget kan buat yang mau menghindari strechmarks.
Oh iya sharing dikit, aku udah sebulan ini latihan belly breathing dan ternyata perut kita bener-bener bisa mengembang kayak balon, lucu deh. Pas aku video in sepertinya bisa aman dari strechmarks karena merekahnya bisa besar banget di hitungan 20 dan aman (optimis banget kan haha). Oh iya, gerakan hugging baby pun bisa loh membuat perut kita nggak terlalu `keluar`. Ini mengurangi risiko terjadinya diastasis recti (pemisahan otot perut, bisa juga disebut baby pouch, ituloh yang biasa terjadi pada ibu habis melahirkan tapi perutnya tetap buncit). Aku praktekin rutin dari week ke-31 dan week ke-32 perutku malah mundur loh karena otot perutnya dilatih untuk menahan si baby. Tapi sebaiknya praktik ini harus didampingi profesionalnya ya biar gak salah J.

Kondisi Kulit Selama Kehamilan
Tiap orang bisa berbeda, ini pengalaman pribadi aja ya.
1.   Trimester 1
Kelembaban kulit berkurang dan mulai terasa agak gatal di minggu ke-9.
2.   Trimester 2
Kelembaban kulit sangat sangat berkurang, tidak muncul strechmarks, kulit tidak gatal karena perlindungan maksimum, linea nigra belum terlihat.
3.   Trimester 3
Kelembaban kulit membaik, hingga minggu ke-33 tidak ada tanda-tanda munculnya strechmarks. Gatal kadang muncul namun setelah dioles Bio Oil, gatal hilang. Linea Nigra tampak jelas dari pusar hingga ke atas Miss V. Pusar keluar karena tertarik oleh perut yang membesar, sekitaran pusar menghitam tapi setelah di scrub dan dioles body butter + bio oil, agak lebih cerah, begitu juga dengan linea nigranya.

Berikut produk-produk yang aku gunakan selama kehamilan, khusus buat kulit ya, buat muka di postingan selanjutnya:
1.   Liquid Soap Goat Don`t Lie (GDL) dari The Bath Box (TBB)
Ini adalah salah satu brand lokal favorit aku. Dibandingkan dengan produk lain dengan kualitas yang relatif hampir sama, TBB ini harganya sangat terjangkau. Service nya juga sangat memuaskan, kalian bisa beli ini di Shopee. Jika domisili Jabodetabek, produk bisa dikirimkan melalui Go Send pada hari yang sama dengan packaging yang luar biasa. Berikut merupakan varian GDL yang telah aku coba selama kehamilan ini.
a.   GDL Original 500 ml
Pas kulit perut aku mulai terasa gatal di minggu ke-9, langsung deh aku search kira-kira apa ya sabun yang bisa melembabkan kulit dan aman bagi bumil. Akhirnya memutuskan untuk nyoba GDL dengan varian original untuk menghindari wangi produk yang menyengat karena penciuman sangat sensitive waktu itu.


Pertama kali pake, WOW! Super melembabkan! Jadi kalau habis mandi udah lemes dan gak sempet pakai lotion, GDL ini udah cukup asal mandinya 2x sehari ya. Waktu itu kondisinya sih aku gak bisa kena AC, nah aku kurang paham kalau kena AC, lembabnya cukup atau enggak buat melindungi kulit kita dari rasa gatal. Dari 3 varian GDL yang aku coba, aku merasa varian ini paling memberikan kelembaban.
Sabun ini teksturnya ringan banget dan relative tidak berbusa jadi disarankan pakai shower puff. 1x pakai bisa 5 - 7x pencetan karena busanya dikit banget, maklum no detergen J. GDL 500ml di aku habisnya lama banget, akhirnya aku pakai gak sampai habis udah dibuang karena katanya expired produk ini 3 bulan setelah dibuka dan emang wanginya udah agak berubah pas lewat 3 bulan.
Price : 4.5 of 5 (IDR 141.000)
Kelembaban : 5 of 5
Wangi : 3 of 5 (gak ada wangi sama sekali, (+) cocok buat bumil yang masih mual, (-) kalau udah gak mual)
Re-purchase? No, I like other variant better

b.   GDL Tea Tree 300 ml
Ini belinya pas lagi flash sale, lumayan banget jadi cuma 80rb udah sama ongkir J. Semua manfaat GDL Tea Tree ini sama banget kayak GDL Original. Kemasan 300 ml suits me better karena kalau yang ini habisnya 1.5 – 2 bulan jadi produknya masih bagus. Pas mulai pakai GDL Tea Tree ini, aku udah bisa kena AC dan karena kegerahan terus, bisa 24 jam nyalain AC . Mungkin ini salah satu factor kelembaban kulit berkurang banget. Akhirnya aku pun menambah intensitas berbagai treatment selanjutnya. Untuk wanginya, ini better dari variant yang original, bisa dinikmati oleh bumil maupun non-bumil.

Price : 4.5 of 5 (IDR 116.00)
Kelembaban : 4.5 of 5
Wangi : 4 of 5
Repurchase : Maybe

c.   GDL Ocha 300 ml
Setelah GDL Tea Tree nya habis, nyobalah varian Ocha dan WOOOOOOW wanginya aku suka banget karena fresh. But, aku merasa kelembaban nya kok berkurang ya dari GDL Tea Tree. Kurang paham sih masalah ini, mungkin kalau ada ochanya cenderung fokus membersihkan kulit bukan melembabkan. Mungkin ya. Tapi so far ini varian yang paling aku suka. Nah pas pake ini, tingkat kegerahan aku berkurang jadi alhamdulillah nggak harus nyalain AC 24 jam sehingga kulit pun gak begitu kering.


Price : 4.5 of 5 (IDR 116.000)
Kelembaban : 4 of 5
Wangi : 5 of 5
Repurchase : YESSS!

2.   Shea Body Butter dari The Body Shop


Pembelian produk ini dilakukan setelah browsing ke sana kemari. Pas pertama kali pake, emang melembabkan banget tapi ternyata dengan dibarengi penggunaan AC, lembabnya mungkin awal-awal cuma bertahan 3-5 jam, padahal claim nya 24 jam loh. Aku sih nggak menyalahkan TBS karena kondisi kulit aku saat itu emang bener-bener kering, mungkin karena perubahan hormon, peregangan kulit, dan penggunaan AC yang terus-terusan. Akhirnya aku pun re-apply produk ini cukup sering. PS, aku mencoba pakai lotion yang masih aku punya, TBS juga, varian Black Musk tapi sebelum 1 jam aja kulit udah kering lagi. Jadi, aku menyimpulkan Shea Body Butter ini udah paling bagus. Aku re-apply body butter ini sekitar 4 - 5 jam sekali, kira-kira sehari bisa pakai 5x makannya cepet banget habisnya T_T tapi aku lakuin aja karena takut banget kulit gatal dan berujung ke masalah-masalah selanjutnya. Anyway, yang kayak gini gak cuma aku kok, aku baca di forum-forum bumil, beberapa bumil mengaku menghabiskan 1 Body Butter Shea dalam waktu 2 minggu saja. Aku juga kisaran segitu sih.

Oh iya, Shea Body Butter ini wanginya ringan banget. Netral. Jadi bisa digunakan sejak trimester pertama buat bumil yang sensitif dengan wewangian. Aku sendiri bertahan make varian ini sampai trimester ketiga.

Sempet nanya ke mbak dan mas di counter TBS kalo tujuan pemakaian body butter untuk melembabkan kulit dan mencegah strechmarks itu yang mana. Sadly, katanya body butter TBS nggak ada yang dibuat khusus untuk mencegah strechmarks tapi kalau fokusnya melembabkan, varian Shea dan Almond paling lembab. Aku kurang suka wangi Almond nya jadi pilih Shea.

PS: hati-hati ya bawa Shea Body Butter ini berpergian, karena selama aku bolak-balik naik pesawat entah mengapa dia bocor-bocor gitu di sekeliling kemasannya, mungkin kurang rapet kali ya nutupnya. Akhirnya, aku selalu masukin body butter ini ke tas yang aku tenteng, gak di koper lagi, dan aman.

Price : 3 of 5 (IDR 249.000, agak pricey apalagi kalo 2 minggu udah habis T_T)
Kelembaban : 4.5 of 5
Wangi : 4 of 5
Repurchase : I haven`t met better solution yet so yess.

3.   Bio Oil
Alasan kuat untuk menyertakan Bio Oil dalam serangkaian body treatment adalah:
a.   Udah pernah coba  Bio Oil sebelumnya buat menyamarkan strechmarks dan terbukti ampuh walaupun memang harus konsisten ya dan minimal dipakai 3 bulan. Review nya ada di sitikarimah.tumblr.com.
b.   Shea Body Butter TBS tidak dikhususkan untuk mencegah strechmarks, hanya melembabkan kulit aja.


Cara aplikasinya, aku pakai dulu Shea Body Butter nya ke seluruh badan terus aku lapis dengan Bio Oil tapi cuma di bagian dengan risiko kemunculan stretchmark tinggi yaitu payudara, perut (inget, seluruh perut ya, jangan ada yang ketinggalan), bokong, selangka, dan paha atas.
Pas trimester 2, bio oil dan Shea Body Butter nya literally 5x aku pakein ke badan. Jadilah bio oil kemasan 200 ml ini juga habisnya kurang dari sebulan. Awalnya aku tiap beli Bio Oil selalu di G**rdi*n, nah karena mobilitas sempat terbatas selama hamil, aku cobalah nyari di Shopee dan WOW! Aku nemu distributor Bio Oil dengan harga yang lebih murah sekitar 80rb dari harga di G**rdi*n T______T udah dianter sampai rumah lagi dan tenang aja, packagingnya aman kok, lebih aman disbanding kalau aku bawa-bawa sendiri malah hehe.
PS: sama dengan Shea Body Butter, sebaiknya produk ini ada di dalam tas tenteng aja ya kalau berpergian biar nggak bocor.

Price : 3.5 of 5 (IDR 220.000 untuk kemasan 200ml di Shopee)
Kelembaban : 5 of 5
Wangi : 4.5 of 5
Repurchase : YESSS!


4.   Almond Body Scrub dari The Body Shop
Ini sebenernya pelangkap aja sih. Lumayan buat mengangkat sel-sel kulit mati cuma jangan sering-sering yah dipakenya karena takut bikin kulit kering. Seminggu sekali aja udah cukup kok. Varian almond ini emang dikhususkan buat pemilik kulit kering dan sensitive, cocok lah buat ibu hamil. Aplikasinya dilakukan di kulit yang lembab setelah sabunan. Setelah pakai ini, kulit aku juga keliatan kayak shiny gitu. Minusnya cuma aku kurang suka wanginya aja.


Price : 4 of 5 (IDR 299.000, ini lumayan awet, bisa sampai setahun)
Kelembaban : 5 of 5
Wangi : 3 of 5
Repurchase : Other varian, yess. Aku nggak suka wanginya.


5.   Palmer`s Cocoa Butter Formula Skin Therapy Oil
Well, sebetulnya, sebelum memutuskan kembali menggunakan Bio Oil, aku pingin banget nyoba Palmer ini karena liat di review2 katanya bagus bangeeetttt dan emang dikhususkan untuk strecmarks. Tapi, berhubung udah cari kemana-mana baik offline maupun online di Indo gak nemu-nemu jadinya cari alternative produk lain. Soalnya gak mau nanti pas udah cocok, eh mau re-purchase malah gak dapet.


Akhirnya, ada temen yang tinggal di Malay dan nawarin produk ini, yeay! Akhirnya ku coba aja karena dulu udah penasaran tapi guys, sampai tulisan ini dibuat, ku belum mencoba produk ini karena Bio Oilnya masih ada. Nanti ya tulisan nya di update lagi kalau produknya udah dicoba. Kalau dari packagingnya sih produk ini lebih travel friendly ya dari Bio Oil.

Aku usaha banget buat mencegah strechmarks maksimal dengan produk yang harganya masih terjangkau. Banyakloh yang awalnya masih mempan pake Bio Oil tapi lama-lama pindah ke Clarins which is lebih mahal, makannya diusahakan konsisten ya. Udah gitu kalau strechmarks seriously lebih baik mencegah daripada mengobati.

Berita Baiknya:
"Sekarang aku memasuki usia kehamilan 33 weeks dan belum ada strechmarks yang muncul. Beberapa ibu baru muncul strechmarks setelah 36 weeks tapi aku optimis gak muncul selama bisa konsisten jaga asupan nutrisi, cairan tubuh, dan rutin olahraga."


Oh iya, kalau kakak aku malah muncul strechmarksnya setelah melahirkan, aku kurang paham sih tapi semoga enggak ya…

Sunday, 22 July 2018

Review Brazilian Hair Removal Zap Menteng

Sebelum memutuskan buat beli annual membership Brazilian Hair Removal Zap, ku mencoba mencari berbagai review dari Google tapi ternyata masih sedikit banget dan saat itu masih confuse jadi gak yaaa.

Sekarang ku mengerti kenapa jarang yang mereview Brazilian Hair Removal dibanding treatment lainnya. Kurang lebih alasannya mungkin:
1.   A lil bit sensitive
2.   We couldn`t attach the picture, before and after treatment jadi berasa kurang afdol

Postingan ini tujuannya buat membantu orang yang pingin tau review dari Brazilian Hair Removal nya Zap.

Okedeh kita mulai ya, pertama, apa sih Brazilian Hair Removal itu?

Brazilian Hair Removal itu proses menghilangkan rambut di daerah pubic secara permanen dengang teknik laser

Apa sih perbedaannya sama waxing biasa?

Kalau waxing hasilnya temporary

Dimana saja yang menyediakan treatment ini (Jakarta)?

1. De-Hair
2. Musee Platinum Tokyo
3. Tokyo Belle Beauty
4. Strip : Ministry of Waxing
5. Pink Parlour
6. Wax House
7. Zap

Kenapa pilih Zap?

1.   Iklannya ada terus di Instagram jadi merasa paling terinfo ya dari Zap ini
2.   Deket kantor
3.   Why not?

Sejujurnya ku sangat berhati-hati dalam menulis review ini karena area yang dibahas sensitive banget gak sih?

Dan alasan melakukan Brazilian Hair Removal ini memang personal bgt sih, sesuai preferensi masing-masing ya.

Kenapa memutuskan beli annual membership Brazilian Hair Removal?

1.   Brazilian merupakan area yang cenderung lebih lembab
Hal ini menyebabkan treatment yang dibutuhkan untuk benar-benar menghilangkan rambut secara permanen biasanya minimal 8x

2.   Kalo diitung-itung harganya jauh lebih murah
Tanpa annual membership, 1x treatment nya 500rb, kalau pakai annual membership 3jt per 12 bulan (12 kali treatment), sebulan cuma 250rb. Kalau minimal harus 8x treatment, berarti 8 x 500rb = 4jt.
Awalnya sempet mikir “Ah coba dulu deh sekali aja, kalau cocok baru beli yang annual”. Eh pas nyoba sekali, mba nya bilang “Beli annual nya aja kak nanti langsung bisaloh benefitnya dipake di treatment pertama ini. Kan lumayan kakak berarti cuma bayar 250rb dari harga asli 500rb.” Selain itu, pas sekali treatment langsung puas karena sebelumnya gak bisa cukur sendiri, bingung caranya eh langsung bersih gitu, yaudah Aku yess.

3.   Bisa bikin appointment sebulan sebelum treatment
Percayalah ini berguna banget karena ku pernah merasakan lihat orang-orang sampai sesek-sesekan di Zap buat antri. Sebenernya gak heran kalo ini terjadi di banyak klinik kecantikan yang trusted. Umumnya hal kayak gini terjadi di weekend, hari libur, menjelang tahun baru, menjelang hari raya keagamaan, dsb. Kalo kita member, tinggal datang aja di waktu yang dijanjikan. Ingat, jangan sampai telat ya! Kasian kan staff-staff bisa diomelin bu ibu yang antriannya di bawah kita.

Sharing sedikit, pernah suatu ketika H-10 menit ku belum sampe Zap Menteng padahal udah di Jalan Wahid Hasyim tapi macet bangettt. Mbak Zap nelfon gue udah sampai mana, akhirnya ku jelasin kalau udah deket tapi macet dan gue memutuskan buat ikut antrian biasa. Pas sampai Zap, ternyata  ku harus antri selama 3 jam. Ya udah konsekuensi harus tanggung jawab dan gak lagi-lagi gue telat.

Sebenernya Zap ada kebijakan gak sih buat yang telat?

Jujur aja gak tau, mungkin ada, tapi pengalaman yang tadi, akt lakuin atas kesadaran sendiri.

Tahapan treatment:

1.   Datang ke receptionist buat daftar konsultasi dokter

Di Zap tiap sebelum treatment baru harus konsultasi dulu ya, biayanya 50rb. Dr nya bisa milih tapi waktu itu aku dipilihin.

Ada tips buat yang mau hemat, jadi pas konsultasi awal itu langsung aja tanyain kalau mau treatment A, B, C, dsb gimana. Biasanya cuma ditanya kondisi sekarang gimana, riwayat kesehatan, dan tujuan treatment apa.

Waktu itu aku konsultasinya Brazilian Hair Removal, Bikini Line, sama Underarm Hair Removal. Terus dokternya ngejelasin detil bgt dan yang ditekankan adalah efek treatment bagi setiap orang berbeda bergantung hormon dari orang tsb. Ada yang dengan 1 tahun rambutnya udah gak tumbuh sama sekali, ada yang 2 tahun baru gak tumbuh.

Tadinya mau sekalian treatment bikini line (mencerahkan bagian sekitar Miss V) tapi kata dokter ku tidak perlu melakukannya karena nggak gelap kulitnya.

Kalo Underarm? Karena dinilai bulunya sedikit jadi pertimbangin lagi mau ambil treatment ini atau enggak. Setelah ku pertimbangkan, aku belum ambil.

2.   Setelah konsultasi, disiapkan ruang treatment
Di sini kita nunggu sebentar di ruang tunggu. Bisa sambal wifi an dan minum teh hangat loh. Gratis.

3.   Memasuki ruang treatment
Sebelumnya kita disuruh melepas celana kita dulu dan dikasih semacam kimono handuk. Ada ruang ganti di dekat musolla, tempatnya nyaman. Nggak lupa ada loker juga yang bisa digunakan buat naro barang-barang kita. Selama di ruang treatment, biasanya cuma bawa badan, hp, dan kunci loker.

4.   Pencukuran rambut oleh asisten dokter
Di sini dibantu dicukurin rambutnya, bisa juga sih cukur sendiri di rumah tapi katanya dr tidak merekomendasikan karena cukurnya gak boleh sampai habis banget tapi disisakan sekitar 0.5 - 1 mm.

5.   Tindakan oleh dokter
Sebelum tindakan, mata kita ditutup kemudian Miss V dikasih gel dingin. Setelah itu, dokter akan menyesuaikan tinggi rendahnya gelombang sinar dengan mengetes dari yang paling rendah. Bakal dicari deh gelombang ternyaman nya kita. Setelah beberapa kali sinar, dokter akan tanya “Ada keluhan?” Kalau tidak, proses terus dilanjutkan. Setelah penyinaran selesai, kita akan diberikan krim anti alergi dan diinfokan pantangan setelah treatment, yaitu:

a-  Gak boleh berenang selama 2 hari
b- Gak boleh olahraga berat yang berkeringat selama 2 hari

Kemudian diingatkan juga kalau ada keluhan setelah treatment, segera lapor.

6.   Proses pembayaran dan Penyusunan Appoitment Bulan Selanjutnya
Setelah selesai tindakan, pakai baju lengkap, kemudian menuju ke receptionist lagi untuk bayar dan bikin appointment bulan selanjutnya.

Oh iya di Zap ini gak ada member card jadinya based on email aja. Ini agak mengerikan sih, makannya sampai sekarang aku masih simpan bukti pembayaran awal.


Perubahan setelah treatment?

Kalau buat aku ngaruh bgt. Ini tergantung pada hormon masing-masing ya. Rambut yang tumbuh jadi menipis dan jarang-jarang. Agak botak-botak dikit sih cuma gak annoying bgt kok. Bulan pertama aja rambut yang tumbuh udah berkurang banget. Sampai bulan ketiga, rambut bagian atas udah 70% hilang semua. Wow!

Berbeda dengan bagian bawah yang agak sedikit sulit karena kulitnya cenderung lebih tipis dan sensitive sehingga gelombang sinarnya pun relative lebih rendah dan kulit bagian itu cenderung lebih lembab. Jadi, wajar banget bagian itu bakal jadi bagian terakhir yang hilang rambutnya. Kalo buat aku sendiri, setelah 5x treatment kata susternya baru agak menipis.


Dokter siapa yang menangani?

Pertama sama dokter Melisa
dr Melisa baik dan terkenal juga punya beberapa skill yang dr lain belum bisa. Contohnya ada beberapa treatment di Zap Menteng yang cuma bisa dihandle sama dr Melisa. Nah pas sama dr Melisa ini sinar laser yang dikasih ga begitu terasa jadi gak sakit sama sekali, lebih ke geli karena malu.

Kedua dokter Gabby.
Well sepertinya karena dr Melisa itu lumayan sibuk jadinya aku dipindah ke dr Gabby. Awalnya sih aku selalu nge pas in treatment pas dr Melisa bisa tapi pernah suatu ketika aku udah appointment dan seperti biasa pagi-pagi Zap telfon, mbak nya info kalo dr Melisa lagi libur, karena lagi banyak kerjaan jadi yaudah aku coba dokter lain gpp.
Pas sama dr Gabby, sinar lasernya agak sedikit lebih berasa dari dr Melisa. Plus nya rambut yang tumbuh jauh lebih sedikit. Minusnya agak sakit. Waktu itu pernah sampai aku teriak dan dr nya minta maaf sampai mau nangis huhu maaf ya dokter L. Cuma habis itu aku dikasih krim anti iritasi dan alhamdulillah gpp.

Pelayanan dokter?
So far so good.

Pelayanan karyawan (Front Office) dan asisten dokter?

Duh kalau karyawan bagian front office ya, jujur aja kadang suka nyebelin. Kumengerti mungkin karna cs nya banyak dan tenaga mereka terbatas jadi suka lama melayani nya. Oh iya, sebelum memutuskan beli treatment sebaiknya pastiin dulu benefit apa saja yang diterima. Soalnya ku pernah bete banget karena merasa kurang informasi.

Jadi gini, waktu treatment pertama, Bulan September, aku treatment tanggal 20. Nah habis treatment selalu ditanyain, bulan depan mau appointment tanggal berapa? Aku bilang tanggal 18 aja Mbak, bisa kan? Kata Mbak nya bisa. Sampai pagi hari di tgl 18 Oktober, aku ditelfon buat diingetin kalua siang ini ada appointment, aku yess. Datanglah aku di Zap siang pas jam istirahat kantor. Sampai sana, receptionist lagi sibuk, akhirnya nunggu sebentar. Terus nanya? Mbak Karimah ya? Iya Mbak. Aku udah appointment. Baik Mbak sebentar ya.

Setelah 5 menit, aku dipanggil, terus Mbaknya bilang gini “Mbak, bulan lalu MBak treatment tgl 20 ya, sekarang bisa treatment tapi benefit annual membership Braziliannyanya gak bisa dipakai.”

Maksudnya Mba?

Iya, jadi Mbak harus bayar 500rb untuk treatment kali ini.

Tapi kok Mbak gak info in aku bulan lalu dan tadi pagi?

Mbak nya diem

Haduh Mbak, aku tuh tgl 20 keluar kota sampai seminggu.

Dan dengan entengnya Mbaknya bilang “Yaudah Mbak kan bulan ini masih sampai tgl 30”

“Mbak maaf ya, tapi saya merasa tidak terinfo dan saya ke sini kan perlu waktu, tenaga, dan uang juga kali. Tolong ya besok-besok jangan kayak gini lagi.”

Itu sungguh pengalaman nggak enak karena aku biasanya jarang marah cuma kalau nggak fair gitu males lah ya. Mana udah bawa2 kamera rencananya mau review akhirnya males.

Tapi Mbak nya nggak dendaman sih malah kalau aku datang dia ramah banget.

Kliniknya gimana?

Kliniknya nyaman, bersih, dan buat nunggu lama-lama nggak bosan juga karena ada teh hangat haha.

Overall

Overall worth it bangeeeet lah beli annual membership Brazilian Hair Removal dari Zap ini. Oh iya, membership ini berlaku untuk semua konter Zap jadi bisa pindah-pindah treatmentnya. Aku sendiri belum pernah pindah klinik. Waktu itu sempat pingin tapi pas disuruh hubungin call center aku  mager dan waktu itu lagi mau tahun baru, takut antri.

Berhubung sekarang pindah domisili jadi di Kalimantan dan di sana belum ada Zap, jadinya harus pulang sebulan sekali deh ke Jakarta karena Zap tidak bisa membekukan annual membership karena pindah domisili.

Treatment ini tidak boleh dilakukan untuk ibu hamil dan pas Januari, aku hamil. Zap bisa membekukan annual membership untuk ibu hamil sampai melahirkan dan bisa treatment lagi yeaaay.

Caranya cukup gampang, tinggal email ke caremanager@zap.co.id (mohon dicek lagi ya takut salah) dengan menyertakan data diri, surat keterangan hamil, dan hasil USG. Kebetulan kemarin baru ngurus permohonan pembekuan annual membershipnya dan sudah dikonfirmasi juga kalau membershipnya udah berhasil dibekukan sampai 30 Oktober 2018.

Semoga bermanfaat.



Happy Zap Life~~~~

Review PRP dan Derma Punch di NMW Skin Care Depok

 *Review ini akan di- update secara berkala mengingat aku masih menjalani rangkaian treatment. Tulisan terdahulu ku tentang review NMW ada d...