Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts

Wednesday, 13 February 2019

Perlengkapan Bayi yang disiapkan dari sejak Hamil

Draft ini mengendap cukup lama dan akhirnya aku launching karena mau beranjak ke persiapan MPASI si dedek. Bener-bener nggak berasaaaaa :”. Mempersiapkan keperluan dasar perlu banget dilakukan sejak hamil biar setelah baby lahir, udah bisa fokus urus baby. 

Berikut merupakan perlengkapan dasar yang aku siapkan sejak trimester II kehamilan:

  • Clothing

Kain Bedong
12
Kaos Lengan Pendek
5
Kaos Lengan Panjang
3
Kaos Dalam
12
Setelan Baju Kutung
3
Celana Pendek
3
Celana Panjang
6
Topi
3
Sarung Tangan
8
Kaos Kaki
8
Slabber Bib
6

Catatan: 
Kalau bisa sedia beberapa size untuk antisipasi baby yang ternyata besar. Slabber bib sangat bisa nyusul sih.

  • Diaper

Pampers New Born
1 pack
Popok
20
Krim Anti Ruam
1
Tissue Basah
2
Kapas Bulat
2
Waslap
1

Breast Feeding
Pompa ASI elektrik dan manual
1
Botol ASI
secukupnya
Sterilizer
1
Perlengkapan Pembersih Botol
1
Breast Pad
1 pack

Catatan: kalo yang ini sesuaikan budget gpp. Pompa ASI berguna kalo ternyata baby kita harus disinar dan kita harus pumping, jadi udah siap semua.

  • Bath

Baby Bather
1
Sabun Bayi
1
Shampo Bayi
1
Handuk
2
Minyak Telon
1
Bedak Bayi Padat
1
Sisir Bayi
1
Minyak Kemiri
1

  • Sleep

Perlak
1
Kelambu
1
Selimut
2
Bedding Set termasuk baby box, matress, bedcover, bantal, dan guling
1

  • Health & Clean

Tissue Kering
5
Kapas Steril
2
Jepitan Kuku Baby
1
Cotton Bud
1
Termometer Digital
1
Keranjang Pakaian Kotor
1
Botanina for New Born
1

Catatan: Jepitan kuku baby merk tommee tippie sangat membantu Moms

  • Entertaiment

Teether
1
Buku Kain dan Mainan
1
Stroller
1
Play Matt
1
CCTV
1
Bouncer
1

  • For Mommy

Humidifier
1
Essential Oil Lavender
1
Softex Nifas
3
Sprei
1
Virgin Coconut Oil dan Nipple Cream
1

Mungkin akan berguna bagi referensi Moms yang lagi hamil J.

Friday, 23 November 2018

Review Acupressure sebagai Usaha Induksi Alami di Pro V Clinic

Acupressure merupakan teknik penekanan pada area-area tertentu pada tubuh yang prinsipnya sama dengan akupuntur. Penekanan pada acupressure data dilakukan dengan jari jemari, siku, benda tumpul, atau alat tertentu.

Acupressure untuk induksi alami bisa dilakukan sejak usia kehamilan 37w.

Aku sendiri ngelakuin ini sebagai salah satu ikhtiar induksi alami terakhir di usia kehamilah 39w5d demi persalinan bebas intervensi medis.

Aku tau teknik ini sendiri dari ig: @bidankita dan beberapa postingan di Pinterest. Sebelum ke Pro V Clinic, nyoba sih mencet-mencet titik acupressure sendiri, kayak gini:




Tapi hasilnya kurang signifikan, maybe karena tenagaku kurang.

Akhirnya nyobalah nyari tempat yang bisa khusus acupressure untuk ibu hamil, satu-satunya (yang aku tau) ada di Jakarta ya di Pro V Clinic.



Alamat

Jl. Permata Safir 1/W 5 Permata Hijau Selatan DKI, RT.4/RW.2, Grogol Utara, Kby. Lama, DKI Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Untuk bisa Acupressure di Pro V Clinic, kita perlu buat appointment H-1 bisa melalui WA ke CS Pro V Clinic. Nah di hari H kita tinggal datang deh ke TKP.

Meski udah lama follow Pro V Clinic dan udah pernah booking yoga -tapi batal karena kejauhan suami nggak bolehin-, ini pertama kalinya aku ke Pro V Clinic. Ternyata tempatnya kayak rumah gitu, mengingatkan ku pada BTA 45 di Tebet.

Pas sampai di Pro V Clinic, langsung ke receptionist, kemudian diantar ke tempat therapy.

Aku dapet therapistnya cowok mungkin usianya sekitar 30-an dan menurutku friendly orangnya. Kata therapistnya, di Pro V Clinic saat itu ada dua therapist untuk acupressure.

Pertama masuk langsung ditanya berapa usia kehamilannya dan kapan HPLnya. Aku bilang 39w5d dan HPL 2 hari lagi yaitu tanggal 8 September 2018.

Habis itu langsung deh mulai acupressure nya dengan posisi duduk menghadap ke tempat tidur, dilanjutkan dengan posisi berbaring di atas kasur.



Mungkin karena aku udah deket HPL jadi ditekennya kenceng banget, khususnya saat di area tulang ekor. Therapistnya juga menggunakan alat seperti alat untuk kerikan untuk pijit tulang belakang. Rasanya seperti tulang dikerik. Tapi therapist sambil terus membimbing aku untuk atur nafas dan ikhlasin rasa sakitnya. Aku pun mencoba ikutin semampu aku tapi alhamdulillah si nggak sampe teriak-teriak kok hehe.

Therapistnya juga seperti mengajak si dedek berbicara dan membujuk dedek untuk ayo cepat ketemu mommy nya sambil menunjukkan jalan mana yang harus ditempuh (diarahin gitu pake tangannya).

Kemudian sesekali therapist mengusap-usap kedua tangannya baru didekatkan ke perut aku, mungkin agar ada hawa panas-panasnya.

Setelah 45 menit selesai lah therapy nya dan therapist bilang kalau HPL nggak lahir, balik lagi ke sini ya bun..
Pulang dari sini coba makan nanas atau durian.
Dan pulang dari situ pun aku nyari nanas di PIM, dapet di Pronto. Aku makan cuma 5 potong kecil dan langsung berasa da gelombangnya. Seneng bangetlah aku. Singkat cerita gelombang itu pun akhirnya berujung ke persalinan di keesokan harinya.

Oh iya acupressure biayanya 325rb (300rb therapy, 25rb admin).

So, buatku sih worth trying banget acupressure ini. Udah banyak yang akhirnya bersalin setelah di-acupressure J.

Semoga bermanfaat ya! ^^

Review Kontrol Kehamilan dan Bersalin di Kemang Medical Care (KMC)

Tulisan ini dibuat untuk membantu mom-to-be yang sedang mencari referensi tempat persalinan di Jakarta dan sekitarnya.

Sebelum ke KMC, aku udah ke beberapa RS dan belum ada yang sreg. Mencoba nyari informasi dari berbagai forum dan saudara akhirnya dapet informasi mengenai KMC ini. Rumahku di Cijantung, lumayan jauh dari KMC, tapi jarak bisa ditempuh demi persalinan yang nyaman dan berkualitas.

Berikut review berdasarkan pengalamanku:

Selama kontrol kehamilan

Pros:
(+) Pelayanannya bagus banget. Kalau mau kontrol tinggal buat appointment melalui telepon ke Customer Service dan sehari sebelumnya CS akan telepon atau sms untuk konfirmasi kedatangan kita. Antrian konsul tetap berdasarkan kedatangan. Selama kontrol persalinan aku nggak pernah ngerasain nunggu yang lama banget. Kira-kira dua jam kontrol udah selesai, mulai dari daftar, timbang – tensi, konsul 30 menit, tebus resep, dan pembayaran (PS aku selalu kontrol weekdays dan aku bukan pasien dr. Ridwan yang hype sekali hehe).
(+) Tenaga kesehatannya oke-oke banget, mulai dari suster, dokter, konselor laktasi, semua melayani sepenuh hati dan ilmunya up to date.

Cons:
(-) Parkiran sempit, nggak pernah dapet parkir kecuali pas persalinan karena datang jam 6 pagi.

Additional Information:
Biaya per kontrol:
Biaya dokter spesialis kandungan 350rb
USG 2D 250rb
CTG seminar 200rb (pasien dokter Agung rutin CTG setelah usia kandungan 36w)
Vitaminnya beda-beda tapi menurutku sih agak mahal beli vitamin di farmasi KMC, bisa beda sekitar 40-70rb dari harga luar.

Overall:
Nggak pernah nemuin tempat check up kehamilan se bagus KMC, Ratingnya 5 of 5!

Persiapan Persalinan

Pros:
(+) Ada kelas Hypnobirthing, Prenatal Yoga, dan Senam Hamil tapi aku nggak ikut kelas di sini karena jauh.
(+) Hospital Tour bisa diminta ke CS dan mereka dengan senang hati nemenin kita keliling RS. Mulai dari Ruang Bersalin sampai ke Ruang Perawatan.
(+) Biaya persalinan pun bisa dilihat di CS.

Ini dokumen hospital tour nya:
Kamar VIP




Kamar Utama




Sebelum memutuskan bersalin (bahkan pindah kontrol) di KMC, aku sempet buat perbandingan biaya persalinan di RS yang Oke dan nggak terlalu jauh dari rumah, diantaranya RS Siloam TB Simatupang dan RS Pondok Indah. Selain itu, aku juga liat asuransi yang kupake cover nggak di RS itu hehe. Dari Siloam dan RSPI, KMC ini yang paling murah dan dekat dari rumah. Selain itu, cuma KMC yang khusus Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta bisa Gentle Birth.

Langsung aja ya ini biayanya…


Asuransi yang bisa dipakai di KMC bisa dilihat di sini : 
https://www.kemangmedicalcare.com/about-us/partners/asuransi

Ada program nabung loh untuk persalinan!



Persalinan

Pros:
(+) Pelayanan sigap, ramah
(+) Bidan-bidan kompeten
(+) Ruangan nyaman, jauh dari kesan horror
(+) Fasilitas lengkap, ada Gymball dan Peanut ball dub
(+) Makanan enak

Cons:
(-) Duh pas di delivery room kenapa ya aku berkali-kali banget di VT nya dan dokter nggak ada waktu itu jadi aku mau complain bingung karena ini wajah baru semua yang ada di sana
(-) Musti banget gitu CTG terus, aku nggak suka sih tiduran pas labor. Pas Bukaan akhir dan udah di delivery room aja yang aku dibolehin nggak CTG lagi.

Perawatan Pasca Persalinan

Pros:
(+) Pelayanan oke, bisa istirahat full karena suster yang gantiin popok, mandiin bayi, dsb walau bayi dirawat gabung dengan ibu. Suster baik banget, awal-awal aku belum bisa nyusuin si dede, tiap mau nyusuin aku selalu panggil suster buat bantu dan selalu dilayani dengan baik. Selain itu nakes di sana juga selalu kasih sugesti positif jadi aku makin semangat.
(+) Visit dokter sehari ada 3 (dokter kandungan, dokter anak, dan laktasi) jadi bisa nanya-nanya banyak hal, maklum first time mother jadi masih banyak bingungnya.
(+) KMC baik banget, aku check in jam 8.00, check out jam 17.00 tapi hari terakhir itu nggak diitung bayar kamar lagi karena aku nunggu hasil lab bayi.
(+) Fasilitas dan Makanan udah nggak usah ditanyain lagi ya

Cons:
(-) Pemahaman antara dokter kandungan, dokter anak, dan konselor laktasi beda-beda, membuat bingung. Contohnya: bayi aku malam hari nggak bangun sama sekali, menurut dokter anak dan laktasi biarkan bayi menyusu on demand sedangkan menurut dokter kandungan, bangunkan untuk menyusu maksimal 4 jam sekali, takutnya bayinya lemas.
(-) Nggak bisa pilih dokter anak dan konselor laktasi
(-) Kecenderungan diagnosis tongue tie pada bayi oleh konselor laktasi
(-) Kamar yang sendiri penuh terus, laris manis
(-) Perkiraan biaya hanya berlaku untuk ibu, bayi tidak termasuk (laboratorium, visit dokter, vaksin, belum lagi kalo dedek mesti disinar but worth it kok)

Kesimpulan :
Menurutku KMC masih the best banget untuk tempat bersalin namun namanya juga RS ya jadi masih ada beberapa intervensi. Kalo mau pure Gentle Birth with no intervention at all mungkin bisa di Klinik Bidan Kita atau Klinik Bumi Sehat Robin Lim di Bali :).

Thursday, 25 October 2018

My First Pregnancy

Tulisan ini dibuat untuk kenang-kenangan perjalanan kehamilan pertamaku dari sisi perkembangan bayi.

Desember 2017
Awal Desember aku memutuskan untuk berhenti kerja sebagai Asisten Peneliti di Bank Indonesia buat nemenin suami tugas di Banjarmasin.
Akhir Desember sempet balik ke Jakarta lagi buat liburan ke Pulau Liwungan. Indah banget tapi medannya sangat berbahaya, nggak nyangka saat itu udah proses pembuahan. Kalo tau, nggak akan dibolehin ikut liburan yang ekstrim itu hehe.

Januari 2018
Kecurigaan pertama : jalan ke laundry deket kosan yang jaraknya cuma 200 m tapi kok capek banget ya? 
Kecurigaan kedua : lagi yoga ala ala dan pas bridge pose tiba-tiba ngerasa paha sakit banget.
Sigap, belum telat dapet tapi udah beli Test Pack (TP).
Ini dia deretan Test Pack yang aku coba:


Menurut hasil surfing internet, beli Test Pack (TP) jangan cuma 1 tapi berbagai merk, akhirnya kubeli 4 dengan merk berbeda. TP 1 dicoba sesaat setelah beli (bukan pagi hari), hasilnya samar. TP 2 dicoba pada urine pertama di pagi hari, masih samar. TP 3 dicoba sore hari pun masih samar. TP ke 4 besok pagi dan garis pun udah tegas. Foto di atas diambil tanggal 6 Januari 2018.

Lima hari setelahnya, aku dan suami cek ke dokter spesialis kandungan (Obsgyn) di RSUD Moch. Antasari Saleh Banjarmasin. Hasilnya, usia kandungan 5w dengan kantong kehamilan seperti ini:


Kontrol kehamilan di RSUD ternyata tidak recommended karena antriannya lama sekali (3 jam), crowded, nggak dijelasin apa-apa sama dokternya, cuma dibilang `Iya hamil`. Maklum ya baru pertama control kehamilan jadi belum ngerti hehe. Waktu itu masih ngawang banget sih, nggak paham itu gambar apasih, hamil dimananya, terus kata dokter kantongnya bentuknya bagus, maksudnya bagus itu apa, nggak ngerti.

Kemudian, kontrol kehamilan berikutnya udah seperti ini:



Waaaah si dedek pun udah gerakloooh pas di USG senang kali aku! Anw, ini adalah hasil USG terfavorit aku karena ini bener-bener pertama kalinya liat dedek terbentuk seperti manusia, udah ada kepala, tangan, dan kakinya, and Whoa! Tali pusatnya juga jelas bangettt. Pas USG nya, janinnya kayak ngambang gitu karena masih luas banget space dia untuk eksplorasi.

Selanjutnya, kontrol kehamilan dilakukan rutin sebulan sekali. Di usia kehamilan 13w, Masya Allah dedek bertumbuh 2x lipatnya... Udah bisa keliatan tulang belakangnya. Sehat terus sayangku :`).



Awal hamil lebih sering di rumah. Singkat cerita, di usia kandungan 14w ikutlah ke pasar buat belanja persiapan Syukuran 4 Bulanan eh pulang-pulang malah flek. Akhirnya, balik lagi kontrol ke dokter.



Alhamdulillah dedek baik-baik aja. Berdasarkan hasil USG, plasentanya letaknya terlalu dekat dengan vagina (Miss V) jadi risiko pendarahan tinggi. Kata dokter, flek merupakan salah satu tanda bahaya, kalo ibu hamil flek = risiko keguguran tinggi🤪. Akhirnya disuruh bedrest sampai flek berhenti + 1 minggu setelahnya dan dilarang HB.

Kalo USG 2D agak kurang jelas ya gambarnya. Jadi pas dokter nunjukin plasentanya, aku kurang paham letaknya dimana.

Akhirnya aku nyoba USG 4D sekalian cari second opinion. Di sini lebih jelas dan ternyata plasentanya udah muter lagi ke posisi menjauhi vagina sekitar 3 cm, aman.



Intinya baik-baik aja kok saat itu dan walau masih samar, sudah dibilang jenis kelaminnya laki-laki, dan haduhhh dedek you are so cuteeee, tangannya lagi ngapain itu sayangku.

Semakin hari ku semakin sehat dan dedek pun semakin enak diajak kerjasama. Akhirnya mau balik lagi ke Banjarmasin dan sebelumnya, nggak lupa minta surat rekomendasi naik pesawat dari dokter kandungan. Sekalian nengok-nengok dedek lagi :).


Aku nge-challenge dokternya dengan nanya jenis kelaminnya apa tapi nggak ngasih tau kalo sebelumnya udah suspect laki-laki hehe dan hasilnya laki-laki juga.

Balik deh ke Banjarmasin.

Di Banjarmasin, ketemu Obsgyn yang ternyata favorit banget di sana. Bayangin aku daftar kontrol jam 6 sore, masuk ruang periksa jam setengah 2 pagi.



Laki-laki lagi nih hasilnya hihi, alhamdulillah sehat. Kebetulan mau memasuki bulan puasa pas kontrol ini, jadi sekalian tanya-tanya aman nggak kalo puasa, alhamdulillah dr Bambang pro puasa jadi aku semakin PD buat puasa.

Next kontrol, sebenernya belum sebulan sih tapi berhubung mau mudik ke Jakarta, aku perlu surat rekomendasi naik pesawat terbang. Jackpot! Ketemu dokter nggak beres banget gara-gara dokter Bambang udah full booked sedangkan aku butuh surat rekomendasi terbang as soon as possible. Ini hasil USG di dokter nggak beres itu:


Bisa dilihat yah hasil USGnya aja nggak jelas, informasinya juga cuma taksiran GA aja padahal harusnya ada yang lain-lain (panjang tulang belakang, BB, HPL, etc). Aku minta surat rekomendasi terbang malah dikasih surat izin sakit. Haduh. Habis-habisin limit asuransi aja plus jadi nggak dibolehin suami puasa Ramadhan untuk sementara waktu karena parno.

Begini percakapan kita,
Pas USG,
D : “Ibu puasa Ramadhan?”
A : “Iya dok”
D : “Aduh ibu gak boleh puasa, liat nih ketubannya kering, mati ini bayinya.” 
Whattt? Tbh, aku masih loading. 
D : ”Sungsang nih bayinya liat tuh kepalanya di atas, bikin susah ibunya ini nanti.”
Dalam hati aku udah bilang “Wah sakit ini orang” tapi nggak keluar di mulut mungkin nahan emosi ya.
D : “Ibu sama Bapak sih enak yah kalo bayinya mati tinggal dikubur terus bikin lagi tapi kalo bayinya lahir tapi glegean gimana (sambal niruin gerakan aneh gitu deh)” 
Disitu aku nangis, kok orang ini bisa sekasar ini ya.
Suami aku pun udah marah dan bilang,”Dokter tolong yah kalo bicara yang akademis.” 
Kejamnya si suster pendamping liat aku nangis malah bilang,”Ya kita di sini kalo ngomong blak-blak an yah.” 
WHATTTTTT 
Aku keluar sambal nangis kejerrr banget, suami urus administrasi, dan besoknya kita berniat cari klinik dan dokter lain.

Setelah pencarian singkat, nemu deh Klinik Garuda Estetika, dari luar kelihatannya nggak kayak rumah sakit ya. Klinik ini khusus dokter-dokter spesialis praktek gitu. Kita udah ngira kalo di sini itu bakal mahal banget dari tampilan luarnya dan karena Banjarmasin belum se-advanced Jakarta, kita sampe bawa uang cash lumayan banyak, takut nggak bisa bayar pake debit.

Di Klinik Garuda Estetika ketemu dr. Ayub dan alhamdulillah diagnosa dokter sebelumnya nggak ada yang bener. Semoga Allah mengampuni dokter yang sebelumnya itu, AAMIIN.



Ketuban cukup, posisi bayi kepala sudah di bawah, kondisi perkembangan bayi sehat, dan bayi berjenis kelamin laki-laki. Dr Ayub bilang gak masalah kok ibu hamil puasa.

Alhamdulillah akhirnya surat rekomendasi terbang dapet juga and surprisingly cuma 150rb biaya check up di sini. Tanpa antriloh, kliniknya bagus, alatnya udah 4D, dokternya juga lumayan. Tau gitu mending ke sini aja dari kemarin-kemarin, emang sih nggak bisa pake asuransi tapi worth it lah dan masih affordable.

Sampai di Jakarta

Setelah sebelumnya mau C-section terencana, kali ini aku juga udah tekad bulat mau coba persalinan normal dengan Metode Gentle Birth. Setelah surfing di internet kira-kira RS mana yang bisa support Gentle Birth plus dikasih saran sama sepupuku yang dulu pernah kerja di Fertility Clinic Saint Marrie, aku dapet beberapa kandidat RS dan rekomendasi dokter kandungan, diantaranya:

RSIA Kemang Medical Care (KMC)
RS Siloam TB Simatupang
RS Pondok Indah

Setelah beberapa pertimbangan matang, akhirnya nyoba periksa di KMC bareng suami dan langsung cocoooooook parah.

Belum pernah kita menemukan dokter yang bener-bener mengedukasi pasiennya, thanks to dr. Agung dari KMC.

Dari USG juga dijelasinnya rinciiiii banget, belum pernah ada dokter yang serinci ini menjelaskan hasil USG ke kita.

Nggak kerasa udah 26 weeks dedek di dalam kandunganku, ini foto perkembangannya:



Kita sampe 1 jam di dalam ruang periksa tapi nggak berasa banget.

Waktu itu suami langsung konsultasi ke dokter Agung,
S : “Dok, kita mau coba persalinan normal, kira-kira bisa nggak ya?”
A : “Bisa banget Pak, syaratnya cuma 2 kok, niat yang kuat dan usaha.”
S : “Apa aja tuh dok usahanya?”
A : “Yang pertama dari segi fisik, pernafasan, dan doa Pak.” (dokter ngejelasin banget apa aja stepnya tapi panjang banget)
S : “Oh iya terus dok, istri saya suka banget berenang, boleh kan dok?”
A : “Wah boleh banget Pak, orang yang sering berenang itu pernafasannya lebih oke loh dari kita-kita.”
S : “Kira-kira intensitas nya berapa lama dan seberapa sering?”
A : “Setiap hari, kalo renangnya aktif tanpa istirahat minimal 1 jam, kalo dengan main air, minimal 3 jam. Selain itu jangan lupa power walk minimal 30 menit sehari dan senam 2x sehari.”

Habis dari dokter  suamiku bilang,”Aduh istri aku mau lahiran normal apa disuruh jadi atlet sih.” wkwkwk

PS : Awalnya aku dan suami mau ke dr. Ridwan tapi selalu full booked. Waktu itu karena suami nggak lama di Jakartanya jadi buru-buru mau check up dan cari RS terbaik. Sama dokter Agung udah puas banget sih meskipun aku masih penasaran mau nyoba ke dokter sejuta umat, dr. Ridwan! Yang akhirnya berhasil aku temuin di usia kandungan 34w.

Masuk 28 w, kita mau mudik nih ke Jogja. Untuk memastikan kalo baby nya oke diajak mudik dan untuk dapetin privilege ibu hamil, kita perlu surat rekomendasi terbang juga. Akhirnya, check up lagi.


Alhamdulillah dedek sehat… Mudik deh.
Oh iya di minggu ini juga mulai menghitung gerakan bayi setiap harinya. 


Awal-awal sih aku masih pake kertas dari KMC tapi lama-lama, lebih praktis pake aplikasi (Baby Center).


Si dedek selalu aktif tiap malam, alhamdulillah… pertanda sehat.

Dimulai dari usia kandungan 28 minggu, mulai deh kontrol kehamilannya jadi 2 minggu sekali. Foto USG ini sebenernya pas usia kandunganku 31w:


Dokter Agung nyaranin aku buat USG Fetomaternal di 32w cuma aku skip, aku malah check up ke dokter Ridwan mumpung dapet seatnya dan mumpung suami ada di Jakarta.

Menurutku dr Ridwan dan dr Agung so so ya… Bedanya cuma, dr Ridwan sangat pro Gentle Birth sedangkan dr Agung ini sangat pro dari sisi akademis (based on journal, WHO, etc). Dikasih bonus USG 4D dari dokter Ridwan (kalo bayar 675rb hehe), seneng banget si dedek sehat dan bebas dari lilitan tali pusat. Oh iya, di dokter Ridwan usia kandungan aku di-adjust lagi karena ternyata selama ini aku salah dong, aku kira usia kehamilan dimulai dari Hari Terakhir Haid Terakhir eh ternyata Hari Pertama Haid Terakhir. Alhamdulillah it means BB dedek nggak kebesaran.


Mirip siapa yaaaaah? Pipinya kayaknya aku banget!

Oh iya sebenernya aku nggak bener-bener nge skip saran dr Agung untuk USG Fetomaternal. Aku nyoba USG 4D di tempat lain buat liat kelengkapan organ dedek. Walaupun nggak se detil USG Fetomaternal tapi lumayan lah, ini hasilnya:


TARAAAAA!!!!

36 weeks dedek ada di perut Mommy, ini dia hasil USG nya:


Mulai dari minggu ini, kontrol kehamilan dilakukan seminggu sekali dan setiap kontrol dilakukan CTG buat ngecek kontraksi Rahim, gerakan bayi, dan denyut jantung bayi (khusus pasien dokter Agung).



Di usia kandungan 37 minggu, aku agak deg-degan karena perkiraan BB dedek udah 3.4++ dan saat ini juga, ada satu lilitan tali pusat di leher dedek. Dokter Agung sangat pro normal, dokter tanya ke aku,
D : “Bu, ini ada lilitan tali pusat 1 kali”
A : “Iya gpp dok.”
D : “Nah, iya bagus bu nggak masalah kok jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan ya.”
Mengenai BB bayi, dokter pun nanya ke ibu dan encing aku yang nemenin check up, ternyata aku juga pas lahir BB nya antara 3 – 3.5kg, malah sepupuku 4.2kg (kata encing) dan bisa tetep normal jadi nggak masalah.

Hasil CTG nya juga bagus, kontraksi Rahim mulai ada, denyut jantung bayi oke, dan gerakan bayi aktif. Nothing to worry.

Mulut Rahim masih tebal ya di fase ini.


Pas dedek terlilit tali pusat, hati kecil aku bilang,”Apa dedek sengaja ya ngelilitin tali pusatnya supaya nutrisinya yang mengalir ke badannya sedikit terhambat so that laju pertambahan BB dedek menurun.” Yes, aku selalu percaya bayi itu jenius. Dan setelah usia kandungan 38w:



Dedek udah terbebas dari lilitan tali pusat dan LOOK! BB bayinya jadi 3.2++ kg.

Ini hasil CTG pas 38 minggu:



Menurut hasil CTG, gerakan bayi aktif, denyut jantung bayi normal, dan terjadi peningkatan kontraksi Rahim dibandingkan minggu lalu tapi belum cukup intens. Di sini juga mulut Rahim baru mendatar setengahnya. Aku ngabarin doulaku dan disarankan untuk terus melakukan induksi alami.

Ini review perkembangan dedek:


Jadwal kontrol selanjutnya adalah pas usia kandungan 39w6d dan saat itu juga dedek lahir ^^.

Review PRP dan Derma Punch di NMW Skin Care Depok

 *Review ini akan di- update secara berkala mengingat aku masih menjalani rangkaian treatment. Tulisan terdahulu ku tentang review NMW ada d...